Melangkah dengan
Iman
(Kejadian 6:13-22)
Kita semua pasti sudah tahu tentang cerita nabi Nuh, kita
mungkin sudah mendengar cerita ini mulai dari sekolah minggu bahkan
mungkin kita sudah menghafal jalan
ceritanya. Saat ini kita akan sama-sama belajar tentang melangkah denga iman
melalui tokoh ini, bagaimana perjalanan hidupnya yang melangkah dengan iman
yang sesungguhnya, bagaimana ia benar-benar bisa dikatakan orang yang beriman.
Bagaimanakah orang yang melangkah dengan iman itu?
1.
Percaya meskipun tidak masuk akal (14-17)
-
Perintah untuk membuat bahtera adalah hal yang
tidak masuk akal.
Di daerah Nuh itu adalah daerah
pegunungan, bagaimana mungkin orang membuat sebuah bahtera, nah inilah yang
saya maksud tidak masuk akal. Contoh: misalnya di jemaat ini ada seorang bapak
yang membuat perahu di atas gunung, nah secara otomatis hal itu adalah hal yang
paling aneh yang pernah kita lihat, untuk apa bikin perahu di atas gunung?
Mungkin bahkan akan ada beberapa warga yang menertawakan bahkan mungkin
menghina. Dan itulah yang dilakukan oleh Nuh, ia tetap melalukan perintah Allah
yang tidak masuk akal itu. Bagaimana dengan kita? Benarkah kita sudah mengimani
bahwa apapun itu bahkan yang tidak masuk akal sekalipun akan kita lakukan jika
kita benar-benar orang yang beriman?
2.
Percaya meskipun sulit (18-20)
-
Membuat sebuah bahtera yang besar, kemudian
memasukkan segala jenis binatang kedalamnya. Bisa kita bayangkan bagaimana
repotnya Nuh saat mulai mengatur binatang-binatang itu. Ini bukan hanya sulit
secara fisik, tetapi juga mental, memasukkan binatang yang ribuan jumlahnya itu
kedalam bahtera, mengturnya di dalam behtera pastilah sangat sulit.
3.
Percaya akan keselamatan (21)
-
Disini Nuh diperintahkan untuk membawa apapun
yang dapat dimakan. Kalau kita baca kelanjutan ceritanya pada ayat-ayat
selanjutnya, disana bahtera Nuh terapung-apung selama 150 hari kemudian ia
menunggu lagi beberapa bulan sebelum air itu benar-benar kering barulah ia
keluar. Kalau kita pikirkan secara logika, bagaimana mungkin orang bertahan
salama lebih dari 150 hari di dalam sebuah bahtera, makanan apa yang bisa
bertahan selama 150 hari? Mau masak dimana? Belum ada LPG. Itu baru soal
makanan, belum lagi masalah lain misalnya, ada satu jenis hewan yang mengamuk,
atau merusak kayu-kayu bahtera itu. Tapi Nuh tetap yakin bahwa ia akan selamat
sampai pada waktu yang ditentukan Tuhan.
Aplikasi :
Sebagai orang-orang yang beriman, Hendaklah kita percaya,
meskipun itu tidak masuk akal, meskipun itu sulit, dan percayalah bahwa kita
pasti akan selamat karena iman kita. Pada ayat 22 dikatakan ........ Nuh
melakukan semuanya itu tanpa ragu dan tanpa banyak protes, jadi percayakan saja kebutuhan mu, masa depan
mu, pergumulan mu, masalah mu atau apapun yang kamu inginkan kepada Tuhan, dan
yang terutama percayalah dengan iman yang benar kita akan diselamatkan. amin
Luarbiasa, sangat memberkati, terimakasih firman Tuhan nya 🙏🙏🙏
BalasHapus