Rabu, 22 Februari 2017

khotbah ekspositori berjalan dengan Iman



Melangkah dengan Iman
(Kejadian 6:13-22)

Kita semua pasti sudah tahu tentang cerita nabi Nuh, kita mungkin sudah mendengar cerita ini mulai dari sekolah minggu bahkan mungkin  kita sudah menghafal jalan ceritanya. Saat ini kita akan sama-sama belajar tentang melangkah denga iman melalui tokoh ini, bagaimana perjalanan hidupnya yang melangkah dengan iman yang sesungguhnya, bagaimana ia benar-benar bisa dikatakan orang yang beriman.
Bagaimanakah orang yang melangkah dengan iman itu?

1.      Percaya meskipun tidak masuk akal (14-17)
-          Perintah untuk membuat bahtera adalah hal yang tidak masuk akal.
Di daerah Nuh itu adalah daerah pegunungan, bagaimana mungkin orang membuat sebuah bahtera, nah inilah yang saya maksud tidak masuk akal. Contoh: misalnya di jemaat ini ada seorang bapak yang membuat perahu di atas gunung, nah secara otomatis hal itu adalah hal yang paling aneh yang pernah kita lihat, untuk apa bikin perahu di atas gunung? Mungkin bahkan akan ada beberapa warga yang menertawakan bahkan mungkin menghina. Dan itulah yang dilakukan oleh Nuh, ia tetap melalukan perintah Allah yang tidak masuk akal itu. Bagaimana dengan kita? Benarkah kita sudah mengimani bahwa apapun itu bahkan yang tidak masuk akal sekalipun akan kita lakukan jika kita benar-benar orang yang beriman?
2.      Percaya meskipun sulit (18-20)
-          Membuat sebuah bahtera yang besar, kemudian memasukkan segala jenis binatang kedalamnya. Bisa kita bayangkan bagaimana repotnya Nuh saat mulai mengatur binatang-binatang itu. Ini bukan hanya sulit secara fisik, tetapi juga mental, memasukkan binatang yang ribuan jumlahnya itu kedalam bahtera, mengturnya di dalam behtera pastilah sangat sulit.
3.      Percaya akan keselamatan (21)
-          Disini Nuh diperintahkan untuk membawa apapun yang dapat dimakan. Kalau kita baca kelanjutan ceritanya pada ayat-ayat selanjutnya, disana bahtera Nuh terapung-apung selama 150 hari kemudian ia menunggu lagi beberapa bulan sebelum air itu benar-benar kering barulah ia keluar. Kalau kita pikirkan secara logika, bagaimana mungkin orang bertahan salama lebih dari 150 hari di dalam sebuah bahtera, makanan apa yang bisa bertahan selama 150 hari? Mau masak dimana? Belum ada LPG. Itu baru soal makanan, belum lagi masalah lain misalnya, ada satu jenis hewan yang mengamuk, atau merusak kayu-kayu bahtera itu. Tapi Nuh tetap yakin bahwa ia akan selamat sampai pada waktu yang ditentukan Tuhan.
Aplikasi :
Sebagai orang-orang yang beriman, Hendaklah kita percaya, meskipun itu tidak masuk akal, meskipun itu sulit, dan percayalah bahwa kita pasti akan selamat karena iman kita. Pada ayat 22 dikatakan ........ Nuh melakukan semuanya itu tanpa ragu dan tanpa banyak protes,  jadi percayakan saja kebutuhan mu, masa depan mu, pergumulan mu, masalah mu atau apapun yang kamu inginkan kepada Tuhan, dan yang terutama percayalah dengan iman yang benar kita akan diselamatkan. amin

1 komentar:

  1. Luarbiasa, sangat memberkati, terimakasih firman Tuhan nya 🙏🙏🙏

    BalasHapus