KRITIK PENTATEUKH
Oleh : Gio Haruko Nozomi
Pentateukh adalah sebutan bagi kelima kitab
pertama dalam Perjanjian Lama, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan
Ulangan. “Istilah Yunani ini mengandung arti lima gulungan dan tampaknya
dipopulerkan oleh orang-orang Yahudi Helenis dari Alesandrian pada abad pertama
masehi. Masyarakat Yahidi yang berbahasa Ibrani secara tradisiolnal mengacu
kepada lima kitab ini sebagai “hukum” atau “torah,” “hukum Musa,” atau “Kitab
Musa.”[1]
Beberapa
teolog yang mempercayai Musa sebagai penulis kitab tersebut menyatakan definisi
pentateukh sebagai 5 kitab Musa. Pandangan mengenai kepenulisan Musa tersebut,
seringkali disangkal dengan alasan usia kelima kitab tersebut yang sangat tua.
Jika diasumsikan bahwa Musa menulis kitab tersebut ketika ia memimpin bangsa
Israel keluar dari tanah Mesir, maka sekurangnya ada dua penanggalan penulisan
kitab tersebut.
”Prof. M. F. Unger berpendapat
bahwa bangsa Israel keluar dari Mesir sekitar tahun 1440 SM, sedangkan K. A.
Kitchen berpendapat bahwa bangsa Israel keluar dari Mesir sekitar tahun
1290. Mengenai hal tersebut, penulis lebih menyetujui penanggalan keluaran
bangsa Israel dari Mesir sekitar tahun 1440 SM, akan tetapi tidaklah mungkin
menyatakannya dengan terperinci dalam bagian ini. Dari dua pandangan tersebut,
kedua-duanya adalah penanggalan yang tua, sehingga mengakibatkan banyak
pertanyaan yang timbul. Salah satunya adalah, “Mungkinkah pada tahun sekitar
1290 SM atau bahkan sekitar 1440 SM, sudah terdapat ilmu penulisan atau
sudahkah manusia mengenal huruf-huruf pada saat itu?” Beberapa teolog, terutama
kalangan liberal menyangkal hal tersebut, dengan alasan pada masa itu manusia
belum mengenal huruf-huruf dan tulisan. Bertolak dari alasan tersebut mereka
menolak kepenulisan Musa atas kitab-kitab Pentateukh. Beberapa kejanggalan tersebut antara lain sebagai
berikut:
1). Sering terjadi perubahan bahasa,seolah-olah
penulisnya berganti dialek dalam satu bahasa.
Contoh yang paling menonjol adalah nama untuk Tuhan. Sebagian teks memakai nama “Elohim” untuk Tuhan,
sebagian memakai istilah “Yahwe,” untuk Allah (dalam alkitab bahasa Indonesia
dan arab) sebagian kecil lainnya memakai kombinasi yang disengaja
“Yahwe-Elohim”,sehingga menghasilkan Tuhan (Tuhan).
2). Tuhan tidak teguh pendirian dalam menetapkan
usia maksimal manusia. Sebab suatu kisah menceritakan,bahwa
Tuhan akan membatasi usia manusia pada umur 120 tahun saja (kejadian
6:3).Tetapi pada kenyataanya,banyak kisah yang ada yang menceritakan bahwa
banyak dari manusia yang usianya melebihi 120 tahun,seperti Nuh berusia 950
tahun (kej 9:29),dan lain-lain.
3). Mungkinkah musa menuliskan tentang kisah yang
berbau porno ? seperti :
mabuk dan telanjangnya nuh didalam kemahnya (kej 9:18-29), Yehuda berzina
dengan mantan menantunya (Kejadian 38:1-30), Lot berzina dengan kedua putrinya sendiri (Kejadian 19:30-38).Apakah musa melihat
kejadian itu semua lalu menuliskannya ataukah kejadian itu disampaikan oleh
Tuhan kepada musa,sehingga musa menuliskannya ?
4). Tentang penciptaan siang dan matahari oleh
Tuhan,ternyata bertentangan dengan iptek.
Coba anda bandingkan kejadian 1:1-5 dengan kejadian 1:16-19. Dijelaskan menurut
Alkitab, bahwa pada hari pertama, Ellohim (Tuhan-Tuhan) telah menciptakan siang
dan malam. Ini sesuatu yang sangat aneh dan tidak bisa diterima secara ilmiah
oleh sains modern, oleh karena Ellohim baru menciptakan matahari pada hari
keempat. Sesuatu yang sangat tidak masuk akal, bahwa “siang dan malam” sudah
ada sebelum matahari diciptakan!
Sebuah kitab yang seharusnya menjadi
petunjuk bagi kemaslahatan umat manusia, ternyata bertentangan dengan ilmu
pengetahuan yang ada dalam umat manusia.Menurut sains modern, kejadian siang
dan malam disebabkan oleh rotasi/berputarnya bumi pada porosnya terhadap
matahari. Matahari yang terus-menerus bersinar menerangi sistem tata surya,
menimbulkan terjadinya siang dan malam bukan saja terhadap bumi, tetapi juga
terhadap delapan planet lainnya dalam sistem tata surya, berikut
satelit-satelitnya (bulan dan semacamnya).
5). Hewan yang hidup dilaut/sungai dilupakan
untuk diberi nama oleh manusia.
Pada kejadian 2:19-20,Tuhan membuat segala hewan dari hutan dan burung-burung
untuk dinamai oleh manusia,tetapi pada pasal dan ayat lain tidak dijelaskan
tentang hewan-hewan yang ada didalam laut/sungai supaya dinamai oleh
manusia.Karena yang kita tahu,bahwa hewan yang ada dimuka bumi ini bukan saja
didarat,tapi juga ada dilaut/sungai.
6). Terjadinya kontradiksi tentang siapa yang
akan disebut sebagai keturunan Abraham.
Pada kejadian 1:12,dinyatakan bahwa yang akan disebut sebagai keturunan Abraham
itu adalah yang berasal dari ishak.Tetapi pada 1 tawarikh 1:28-32,ternyata
anak-anak dari ismael dan juga gundiknya Abraham (ketura) pun disebut sebagai
keturunan Abraham.
7). Dalam perjanjian lama (PL),Allah tidak
konsisten dalam firmannya tentang masalah siapa yang menjadi anak sulung Allah.
Anak sulung Allah adalah Israel (keluaran 4:22),tetapi ternyata berubah lagi
pernyataan Allah itu dengan menyatakan bahwa anak sulung Allah itu bukanlah
Israel tetapi efraim (yeremia 31:9).
8). Kesimpangsiuran tentang bisakah Allah dilihat
ataukah tidak oleh manusia.
Allah menampakkan dirinya kepada Abraham (kej 18:1) dan begitu juga dengan
yakub yang pernah melihat Allah (kej 32:30),tetapi hal itu bertentangan dengan
perjanjian baru (PB) yang dinyatakan bahwa: tidak ada seorang pun yang pernah
melihat Allah (1Yoh 4:12)
9). Adanya kesimpangsiuran berita tentang siapa
yang menjadi anak tunggalnya Abraham.
Sebab Allah menyatakan pada Abraham bahwa anak tunggalnya itu adalah ishak (kej
22:2 dan ibrani 11:17) yang ketika itu usia Abraham sudah berusia 100 tahun
(kej 21:5).Tetapi pada kejadian 16:15,dinyatakan bahwa Abraham baru mempunyai
seorang anak laki-laki yang bernama ismael (bukan ishak) Abraham baru mempunyai
ismael ketika Abraham berusia 86 tahun.Selain itu,diisini bisa ketahui pula
bahwa ismael lah yang menjadi anak pertamanya Abraham.
10). Terjadinya kontradiksi dengan kenyataan
ibadahnya Kristen dengan apa yang ada pada alkitab (khususnya taurat) yang
peribadatan sebelumnya bahwa penyembahan kepada Allah itu dengan sujud.
Orang-orang yang menyembah Allah dengan cara sujud adalah: Abraham (kejadian
17:3),musa (bil 16:4.kel 34:8),harun (bil 16:22), gideon (Hak 7:15),dan bahkan
yesus sendiri pun sujud dan berdoa kepada Allah (mat 26:39).
11). Terjadinya perbedaan atau salah orang antara
perampas dan yang dirampas.
Seperti pada kejadian 12:10-20, tertulis bahwa Raja Fir’aunlah yang merampas
Sarah dari tangan Abraham.Tetapi dalam Kejadian 20: 1-17, Raja
Abimelekhlah yang merampas Sarah, dan dalam Kejadian 26:6-11, Raja Abimelekhlah
yang merampas Ribka dari tangan Ishak. Anehnya satu kitab beda kisah dan hal
itu menandakan bahwa bukan musalah yang menulisnya dan bisa juga Tuhan salah
atau lupa menyampaikan firmannya kepada musa tentang kisah tersebut.
12). Adanya perbedaan sebab tentang pengkudusan
hari sabat.
Seperti dalam Keluaran 20:11, tertulis
pengkudusan Hari Sabat berkaitan dengan penciptaan langit dan bumi,Tetapi dalam
Ulangan 5:15, pengkudusan Hari Sabat berkaitan dengan perbudakan bangsa Israel
di Mesir.
13). Adanya perbedaan hari tentang bumi yang
ditumbuhi dengan tumbuhan dan pepohonan.
Seperti dalam Kejadian 1:11-13.tertulis bumi sudah
ditumbuhi tunas2 dan pepohonan (penciptaan hari ke-3).Tetapi dalam Kejadian 2,
keadaan bumi masih belum ditumbuhi oleh apa pun (keadaan setelah hari ke-7).
14). Adanya perbedaan atas firman Tuhan tentang
jumlah berapa pasang atas segala makhluk hidup (termasuk binatang) yang harus
dibawa kedalam bahtera nuh.
Pada kejadian 6:19,ternyata Tuhan hanya menyatakan satu pasang,tetapi pada
kejadian 7:2 dinyatakan bahwa binatang yang tidak haram tujuh pasang dan yang
haram satu pasang.
15). Mengenai pohon pengetahuan tentang yang baik
dan yang jahat,akibat seperti apakah yang akan diterima ketika manusia (adam)
memakan buahnya?
Disini,antara Tuhan dan setan (ular) terjadi silang pendapat dan ternyata
adanya silang pendapat tersebut,ternyata setanlah (ular) yang benar
pernyataannya.Seperti pada kejadian 2:17,Allah menyatakan bahwa jika manusia
(adam) memakan buahnya maka akan mengakibatkan adam mati (mati dalam versi AV
dan NKJV adalah die).Tetapi pada kejadian 3:4,ular tersebut menyatakan bahwa
jika memakan buahnya maka tidak akan mati (not surely die) dan pernyataan ular
tersebut memang benar dengan adanya bukti tentang kisah yang diceritakan pada
kejadian 5:4-5 yang menyatakan bahwa adam hidup sampai 930 tahun dan hal itu
sudah melahirkan keturunan baginya.
16). Adanya perbedaan tentang apa yang disampaikan
Allah mengenai penciptaan laut.
Sebab pada kejadian 1:1-10,bahwa Allah sudah menciptakan laut (pada hari
ketiga),tetapi pada kejadian 2:1-7 ternyata laut belum diciptakan dan yang ada
hanyalah kabut (gas) yag naik keatas dari bumi.Jika kabut
(gas) yang ada dinyatakan sebagai laut (meskipun tidak diterangkan secara
eksplisit),hal itu bisa terbantahkan sebab adanya kabut bisa juga terjadi
dipegunungan,tanah lapang yang luas dan juga padang rumput.
17). Allah mengingkari janjinya sendiri.
Allah tidak akan mengutuk dan membinasakan lagi segala yang hidup (kej
8:21),tapi ternyata janji Allah diingkari oleh Allah sendiri yang akhirnya
membinasakan orang amalek (kel 17:14,ul 2:15).
18). Adanya kontradiksi tentang jumlah keluarga
yakub yang tiba dimesir. Pada
kejadian 46:26,berjumlah 66 jiwa,tetapi pada keluaran 1:5 berjumlah 70 jiwa.
19). Adanya kontradiksi tentang kategorikan
makanan yang diharamkan. Seperti kelinci pada
imamat 11:6 (tetapi pada imamat 11:6 versi I_MILT thn 2008 ternyata kelinci
hutan) dan kelinci hutan ulangan 14:7 yang diharamkan itu adalah kelinci hutan
(tetapi pada ulangan 14:7 versi I_BIS dan I_FAYH thn 1989 Firman Allah Yang
Hidup ternyata kelinci).
20). Selain kelinci / kelinci hutan yang
diharamkan,ternyata ada kontradiksi pula tentang makanan lain yang diharamkan.
Pada ulangan 14:8 dan yesaya 66:17,yang diharamkan itu adalah babi (tapi pada
versi I_TB yang diharamkan itu adalah babi hutan).Sedangkan pada imamat 11:7,yang
diharamkan itu adalah babi hutan pada versi I_TB dan I_ENDE (sedangkan pada
versi I_BIS dan I_FAYH yang diharamkan itu adalah babi).
21). Adanya perbedaan nama dan jumlah dari
anak-anak yang dimiliki oleh benyamin.
Pada kejadian 46:21,anak benyamin berjumlah 10 orang dengan nama: Bela, Bekher,
Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosh, Mupim, Hupim dan Ared.Tetapi pada bilangan
6:38,anak benyamin berjumlah 5 orang yang namanya adalah Bela,Asybel,Ahiram,
Sefufam dan Hufam.
22). Tuhan dinyatakan mempunyai salah satu sifat
seperti manusia seperti rasa penyesalan,tapi pada kitab lain dinyatakan kalau
dia tidak mempunyai sifat seperti itu.
Seperti pada Bilangan 23:19,yang menyatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat
seperti manusia seperti suka menyesal.Tetapi pada Kejadian 6:5-6,Tuhan
dinyatakan mempunyai salah satu sifat manusia yaitu rasa penyesalan.
23). Adanya kata ganti orang ketiga pada kitab
taurat dalam pentujuan kalimat yang dimaksud,seharusnya menggunakan kata ganti
orang pertama dan hal itu membuktikan bahwa kitab taurat yang ada
bukanlah musa yang menjadi penulisnya tetapi sebenarnya oranglain.
Anda bisa lihat pada ulangan 34:4= ” Dan
berfirmanlah TUHAN kepadanya (musa): “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan
sumpah kepada Abraham,,,”
Seharusnya kalimat tersebut tertulis:
“Dan berfirmanlah TUHAN kepadaku (musa): “Inilah negeri yang Kujanjikan dengan
sumpah kepada Abraham,,,”
Contoh lainnya dalam penggunaan kata
ganti orang ketiga seperti “ia berkata” (ternyata yang dimaksud ia itu adalah
musa) yang seharusnya menggunakan kata ganti orang pertama,anda bisa amati
kalimat tersebut salah satunya pada pasal 33:2-24.
24). Setelah musa meninggal dia menuliskan
kematiannya sendiri,mngetahui pula dia di makamkan dimana dan tahu betul bahwa
orang Israel menangisinya disalah satu lembah didataran moab selama tiga puluh
hari. Hal itu bisa anda lihat pada ulangan
34:5-8.
25.Musa dinyatakan sudah mati tapi ayat
lain dinyatakan bahwa matanya musa masih bisa melihat.
Pada ulangan 34:5,musa dinyatakan sudah mati di tanah moab tetapi pada ulangan
34:7 (versi I_tB) mata musa belum kabur (masih bisa melihat).
Tetapi
pandangan yang demikian, pada akhirnya dapat disangkal dengan penemuan Code
Of Hammurabi di tahun 1901 yang merupakan piagam berisi 282
hukum-hukum pada zaman raja Hammurabi yaitu sebelum tahun 1754 SM.[2] Melalui penemuan tersebut, dapat
diketahui bahwa terdapat bangsa yang telah mengenal tulisan sekitar tahun 1754
SM, maka Musa yang terdidik dalam hikmat Mesir sekitar abad 15 SM, pastilah
juga telah mengenal huruf-huruf dan ilmu penulisan bersamaan dengan peradaban
Mesir yang maju di zamannya.”[2]
“Kepenulisan Musa atas kelima kitab Pentateukh
juga disangkal oleh teori Y-E-D-P. Teori ini beranggapan bahwa ada empat
penulis dalam zaman-zaman yang berbeda-beda yang menulis kitab-kitab
Pentateukh. Tetapi kritik jenis ini sebenarnya bermula dari pandangan-pandangan
filsafat sekuler yang mempengaruhi para teolog, sehingga membuat Alkitab
dihakimi oleh pandangan-pandangan sekuler, dan bukan sebaliknya.”[3]
Pandangan tersebut juga tidak bersesuaian dengan pernyataan Alkitab mengenai
kitab-kitab Pentateukh. Ketidaksesuaian tersebut dipaparkan oleh Barton Payne
dalam tabel beriku:
Bagian-Bagian
|
Dokumen Wellhausen
|
Bukti Kepenulisan Musa
|
Kel. 17:8-13
|
E
|
Kel. 17:14
|
Kel. 20:22-23; 33
|
E
|
Kel. 24:4
|
Kel. 34:10-26
|
Y
|
Kel. 34:27
|
Im. 18:5
|
P
|
Rm. 10:5
|
Bil. 33:3-49
|
P
|
Bil. 33:2
|
Ul. 5-30
|
D
|
Ul. 31:9
|
Ul. 32:1-42
|
D
|
Ul. 31:22
|
Sumber: http://www.sacred.com/index.html.
Demikianlah kepenulisan Musa dalam kelima kitab
Pentateukh dinyatakan oleh Alkitab sendiri, karenanya setiap orang yang mempercayai
kewibawaan Alkitab tidak perlu lagi meragukan kepenulisan Musa, apalagi
menerima teori Y-E-D-P (Yahwe-Elohim-Deuteronomium-Priester Codex) yang sangat
mencemari iman Kristen yang historis. Melalui apa yang diajarkan oleh kelima
kitab Pentateukh, dapat diketahui juga bahwa hanya Musa yang mungkin menulis
kelima kitab tersebut. Bagaimana mungkin ada orang lain yang menuliskan
kesepuluh hukum Taurat dalam kitab Keluaran sedangkan hanya Musa seorang diri
yang memimpin seluruh Israel, dan hanya ia seorang diri yang berhadapan muka
dengan Allah di gunung Sinai? Tidaklah mungkin menyangkal kepenulisan Musa
dalam hal tersebut.
Banyak ayat yang menyatakan
bahwa Musa-lah yang mencatat atau menyatakan bahwa Pentateukh di tulis oleh
Musa, pembuktian tersebut terdapat dalam “Kel 17:14; 24:4-7; Bil 33:1-2; Ul
31:9-22.”[4]
“Salah satu bukti paling kuat yang merujuk
Musa sebagai penulis Pentateukh ini adalah kesaksian dari Yesus, yang
menyebutkan bagian dari Penjanjian Lama ini sebagai kitab Taurat Musa (Luk
24:44). Meskipun ada beberapa ayat dalam Pentateukh yang tampaknya ditambahkan
oleh orang lain selain Musa contohnya, Ulangan 34:5-8, yang menjelaskan
kematian dan penguburan Musa, kebanyakan ahli Alkitab tetap menghubungkan
sebagian besar kitab-kitab ini dengan Musa.”[5] Bahkan
jika Yosua atau orang lain yang menulis naskah aslinya, semua pengajaran dan
pewahyuan di kitab ini pasti bersumber dari Musa, yang mendapatkan semua ini
dari Allah sendiri. Siapapun yang benar-benar menulis kitab ini, penulis utamanya
adalah Allah sebab semua kitab ini tetap diilhamkan Allah.
[1]Andrew
E. Hill & John H. Walton, Survei
Perjanjian Lama, pen. Gandum Mas, (Malang: Yayasan Penerbit Gandum Mas,
1996).109.
[3]J. Blommendaal, Pengantar
Kepada Perjanjian Lama, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1983), 17.
[4]Yusuf
Randi, Apakah Pentateukh Ditulis Musa?,
http://www.sacred.com/index.html, diakses tanggal 12 Oktober 2016.
[5]Ishak
coeng, Pengantar Pentateukh, http://tahupedia.com,
diakses tanggal 12 Oktober 2016.


Harrah's New Orleans Casino - MapYRO
BalasHapusFind the best prices 과천 출장샵 on Harrah's 진주 출장샵 New Orleans Casino 청주 출장샵 and other gaming facilities 영주 출장샵 in New Orleans, LA. MapYRO users can 구미 출장샵 view real-time driving directions,